[RADIo_ONLINE]

JAdilah Pribadi yang Baik dan Berguna
widget

quote of the day

Korban pertama dari kebohongan adalah diri sendiri. Dlm waktu yg bersamaan kita memperbesar resiko untuk kehilangan kepercayaan dari org lain

#PrayForGaza

#PrayForGaza

Rabu, 31 Desember 2014

0 Terindentifikasi 3 Jenazah korban AIR ASIA QZ8051






Baru Terindentifikasi 3 Jenazah korban AIR ASIA QZ8051

KRI Bung Tomo telah mengevakuasi 6 jenazah penumpang dan awak pesawat AirAsia QZ8501. 3 Di antaranya telah teridentifikasi.

Dari 6 jenazah tersebut, 2 sudah dikirim ke Pangkalan Bun. 4 Lainnya masih berada di KRI Bung Tomo, yaitu:

1. Hayati Lutfiah asal Tegalsari, Surabaya
2. Khairunisa Haidar Fauzi (22), pramugari
3. Kevin Alexander
4. Belum teridentifikasi

Keterangan soal identifikasi ini didapat dari komunikasi antara Komandan KRI Bung Tomo Kolonel Yayan dengan MetroTV, Rabu (31/12/2014) pukul 13.55 WIB. Identitas korban diketahui dari identitas yang menempel di tubuh.

detik.com

Selasa, 30 Desember 2014

0 Foto Satelite Menunjukan Keberadaan sebuah Pesawat didasar laut di lokasi hilang nya pesawat AirAsia QZ8051

 Dari Foto Satelite Terlihat sebuah Pesawat didasar laut di lokasi hilang nya pesawat AirAsia QZ8051

foto satelite Dari Tomnod menunjukan sebuah pesawat berada dalam air di pulau belitung
>> rekaman video pesawat tampak samar- samar terlihat didasar laut



post by : Re yz

0 SEBAGIAN KORBAN AIR ASIA QZ8501 DI TEMUKAN BARU 2 MAYAT DI EVAKUASI

SEBAGIAN KORBAN AIR ASIA QZ8501 DI TEMUKAN BARU 2 MAYAT DI EVAKUASI
Saat ini BASARNAS DAN TNI_AL Pihak yg membantu masih menyisir Serpihan-serpihan pesawat QZ8051
Lokasi Ditemukan nya serpihan - serpihan ber dasar kan 2 Nelayan yang melihat Serta Mendengar DI sekitar Pulau tersebut

Kronologi :
salah satu pekerja  melihat Pesawat berwarna putih & merah Terbang Rendah
nelayan ke 2 mendengar dentuman Keras di laut sekitar jam 7:00 (tujuh ) pagi
di tanggapi BASARNAS dan Pagi/siang Nya Di lanjut Kan Pencarian Ke lokasi Tersebut.
TNI  AL menemukan Serpihan- Serpihan sekitar 10 kilo meter dari hilang nya kontak Pesawat QZ8051
BASARNAS Melihat secara Visual Korban /Mayat terapung Di lautan hingga Saat ini Baru 2 Yang di Evakuasi Ke POSKO Terdekat Untuk DI identifikasi ,Barang yang di angkat Berupa Tabung , dan Tas Penumpang pesawat tersebut.
Saat ini TNI AL masih Menyisir Lokasi Tersebut Mengunkan Penerangan Lampu Ber watt tinggi, Serta Menerjunkan 21 Penyelam.

by :Re yz

#PrayForAirASIAQZ8051

Senin, 29 Desember 2014

0 Analisis Awal: AirAsia QZ8501 Terlambat Naikkan Ketinggian? Mendarat di laut Dan tengelam

Petugas bandara memeriksa peta di Krisis Center hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 di Bandara Juanda Surabaya, 28 Desember 2014. Pesawat AirAsia QZ8501 yang mengangkut 155 penumpang serta 7 awak, hilang kontak pada Minggu pagi, saat penerbangan dari Surabaya menuju Singapura.

JAKARTA, KOMPAS.com
Pada waktu yang berdekatan ketika pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak, Minggu (28/12/2014), ada lebih dari satu penerbangan yang melintas di jalur penuh awan tersebut. Namun, posisi AirAsia QZ8501 berada pada posisi terendah di ketinggian jelajah, dibandingkan pesawat lain.

"Semua pesawat lain berada di ketinggian lebih dari 34.000 feet, ketinggian saat pesawat QZ8501 disebut hilang kontak," kata pemerhati penerbangan, Yayan Mulyana, Minggu petang. Pada saat pesawat ini hilang kontak, dia melanjutkan, beragam perangkat pelacak pesawat memperlihatkan ada banyak pesawat lain di jalur itu.

Yayan menyebutkan, ada setidaknya empat pesawat lain yang berdekatan dengan QZ8501 pada saat itu, yakni Garuda Indonesia berkode penerbangan GIA602, pesawat Lion Air berkode LNI763, AirAsia berkode penerbangan QZ502, dan Emirates berkode penerbangan UAE409.

Dari data yang Yayan dapatkan, ketinggian GIA602 adalah 35.000 kaki, LNI763 pada 38.000 kaki, QZ502 pada 38.000 kaki, dan UAE409 pada 35.000 kaki. "Kontak terakhir disebut, QZ8501 minta menambah ketinggian 6.000 feet dari 32.000 feet. Kemungkinan pilot langsung menaikkan ketinggian, tidak memutar dulu misalnya, tetapi tidak terkejar untuk menghindari awan CB."

Sebelumnya diberitakan, lokasi di posisi terakhir kontak pesawat AirAsia berkode penerbangan QZ8501 dipenuhi awan cumulonimbus, yang di kalangan praktisi dan akademisi kerap disebut dengan singkatan "CB".

Penting, transkrip terakhir

Menurut Yayan, yang sebelumnya lama menjadi praktisi penerbangan, keberadaan awan CB sebenarnya bisa diketahui berpuluh-puluh mil sebelumnya.
Analisis perpindahan jalur penerbangan pesawat AirAsia berkode penerbangan QZ8501 yang hilang dalam penerbangan dari Surabaya ke Singapura, Minggu (28/12/2014). Jalur yang dipakai pesawat ini saat hilang kontak adalah M635. "Tergantung versi radar di pesawat. Harusnya cukup waktu untuk menghindar, bisa dapat informasi pula dari pesawat lain yang melintas di situ sebelumnya, bisa komunikasi langsung dengan menara kontrol ataupun pesawat lain yang saat itu terbang," papar Yayan.

Namun, Yayan menolak menjawab pertanyaan kenapa pesawat ini diduga terlambat menambah ketinggian ketika berhadapan dengan awan CB.

Ketiadaan kode darurat pilot, menurut Yayan, sangat mendukung dugaan bahwa pesawat terjebak dalam kungkungan awan CB. "Itu awan, tetapi berat karena ada butiran es; bisa merusak instrumen pesawat, dari komunikasi sampai strukturnya," ujar dia. "Kalau sudah begitu, selain alat rusak, kemungkinan pilot sudah sangat panik, bahkan untuk sekadar bilang 'Mayday'," tutur dia.

Yayan menambahkan, kemungkinan justru kecil jika pesawat diduga rusak karena tersambar petir. Dia mengatakan, pesawat yang dipakai AirAsia ini memakai empat lapis sistem pengaman elektrik sehingga gangguan listrik bahkan ledakan di pesawat tidak akan serta-merta mematikan pasokan listrik. "Setidaknya, pilot masih akan sempat bilang 'Mayday'," kata dia.

Ketiadaan panggilan dan sinyal darurat dari pesawat, menurut Yayan, menunjukkan pesawat pada situasi yang sangat berat, dengan kejadian teramat cepat yang merusak peralatan komunikasi dan, kemungkinan, pesawat itu sendiri.

Namun, Yayan menekankan, sampai pesawat ditemukan atau data transkrip setengah jam terakhir dibuka untuk publik, apa yang terjadi pada pesawat ini masih bersifat dugaan. "Transkrip setengah jam terakhir dari kokpit, itu sangat penting," ujar dia. Yayan menegaskan pula, transkrip ini, dan selanjutnya data kotak hitam, bakal "bercerita banyak" soal kejadian ini.

Pencarian

Pencarian, menurut Yayan, seharusnya tidak bertemu banyak kendala. Dia menyatakan, sekarang sudah ada teknologi yang jauh lebih bagus daripada radar yang dipakai di bandara, yakni radar yang langsung terhubung dengan satelit.

Dugaan lokasi terakhir pesawat AirAsia 8501 berdasarkan analisis jalur penerbangan terakhir, komunikasi terakhir, dan saksi mata. Pesawat ini hilang dalam penerbangan dari Surabaya menuju Singapura, Minggu (28/12/2014) pagi. Alat yang dimaksud Yayan adalah automatic dependent surveillance-broadcast (ADS-B). "Pesawat ini sudah ada alat itu. Tinggal aktifkan alat pencarian yang tepat, seharusnya bisa cepat ditemukan." Terlebih lagi, lokasi posisi terakhir yang disebutkan Badan SAR Nasional bukanlah laut dalam. Kedalamannya sekitar 150 meter.

"Kalaupun ada kendala, kemungkinan seperti pencarian Silk Air beberapa waktu lalu di Sungai Musi, yang saking cepatnya menghunjam sampai masuk ke dalam lumpur," ujar Yayan. Dia mengakui, ketiadaan laporan darurat setelah berjam-jam mengecilkan kemungkinan bahwa pesawat mendarat darurat di suatu tempat. Terlebih lagi, jalur yang dilintasi bukan area tertutup.

Data yang dirilis otoritas penerbangan ataupun penanganan bencana, lanjut Yayan, memperlihatkan, pesawat tidak meninggalkan jalur penerbangan, sekalipun sempat berpindah. Kementerian perhubungan, sebut dia, menyebutkan bahwa posisi pesawat ini terakhir berada di koridor M635.

Koridor ini masih segaris dengan laporan saksi mata soal dugaan pesawat jatuh di Belitung Timur, dan masih mengarah ke Singapura. "Kejadiannya kemungkinan besar memang sangat mendadak karena sejauh ini penerbangan terlihat masih on track."

Informasi soal jalur yang dipakai kali terakhir dan laporan saksi mata tersebut, menurut Yayan, menjelaskan bahwa posisi yang terpantau di Flightradar24 adalah posisi saat terakhir komunikasi pesawat, tetapi masih ada luncuran, sampai ke posisi terakhir yang sebenarnya. "Kalau pesawat meledak, posisinya akan sama dengan posisi komunikasi terakhir."

Kamis, 25 Desember 2014


Jumat, 19 Desember 2014

0 REZA RESMI KELUAR DARI NOAH





#RezaNOAHmoment yang digosipkan adalah tanda-tanda bahwa Reza keluar dari Noah ternyata benar. Reza akan keluar dari Noah per 1 Januari 2015.

"Kita mau bikin press conference tentang mundurnya Reza dari Noah, Senin depan," kata Widi, dari Musica.

Reza sendiri kepada salah satu infotainment mengaku ingin mendalami Agama. Sehingga, ia keluar dari band yang membesarkan namanya tersebut.

Dikutip dari biografinya di Noah-site.com, sebelum dengan Peterpan, Reza bergabung dengan beberapa band di kampusnya. Di antaranya Black 4 Forest sampai tahun 2001, di tahun yang sama juga Reza gabung dengan peterpan untuk gantiin posisi Ari (drummer) yg mengundurkan diri. Walaupun masih punya janji untuk menyelesaikan kuliah demi ortunya, Reza merasa bahagia bisa berkembang pesat di Peterpan. Alasan terbesar Reza untuk gabung dengan peterpan juga dikarenakan dia melihat potensi yang ada di teman satu bandnya itu.

sumber : Hai magazine

Rabu, 17 Desember 2014

0 Hostage drama Elementary Students in Gresik Actors shot dead



Gresik - In this raw video, a man named Fuad Ahmad holding an Elementary School fourth-grader 2 Tlogopatut, Gresik, East Java, while still brandishing a knife in a drama that lasted about 2 hours, Wednesday (17/12) afternoon.

Hostage to force entry into office Military District Command (Kodim) 0817 Gresik which is across the school and asked to be taken by car to the port.

The drama ended after Gresik Police officer shot rush assault offenders to death, having previously Fuad involved wrestling with an officer in the District Military Command in the car.

Lucky Zyahriani daughter hostage named Agustin (9) survived despite a laceration on the left chest.
video


Rabu, 03 Desember 2014

0 Puisi Kematian #Tragis setelah menulis puisi melakukan bunuh diri



Menangis bersama hujan,
Menumpahkan semua resah,
Menumpahkan semua sakit,
Menumpahkan semua penat...
Menangis bersama hujan,
Kepada malam kuceritakan segala rasaku, sedihku, piluku, laraku dan sakitku...
Menangis bersama hujan,
Kurindukan kesendirian yang dulu,
Sepi karena memang sendiri,
Bukan sepi dalam kebersamaan seperti ini...
Menangis bersama hujan,
Kepada gelapnya aku bertanya;
"Sampai kapan aku akan bertahan? Ataukah ini saatnya aku harus memutuskan dan memilih pergi?"
#Tragis 

( penulis tewas bunuh diri) Deby Ayunda Nila Sari
(She's Gone ‪#‎Debby‬ Yudhistira)

diketahui penulis seorang istri polisi



TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Itulah bait demi bait puisi yang ditulis, Deby Ayunda Nila Sari (25 tahun), dalam akun facebook miliknya. Itu merupakan puisi yang ditulis sebelum meninggal karena diduga bunuh diri setelah minum pembersih WC di rumahnya di Perum Rawa Indah, Blok P Nomor 4, Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Selasa (2/12) sekitar pukul 06.30 pagi.



Deby meninggal saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Sementara korban sudah dikebumikan pada, Rabu (3/12/2014) pagi


" suara gemuruh hati ku " by: D'd'vinha

Andai bisa ku satukan seluruh tepian pantai,,,
kan qu katakan padamu,,,
Izinkan ia menjadi satu dermaga Cinta untuk menantimu,,,
Agar aku bisa menjadi camar-camar di Lautan,,
Yang kan hinggap di hatimu,,,

Saat malam telah datang,,,
Karna di hatiku hanya nama mu yang ku rangkai,,,
dengan sebuah Rindu yang terlalu..