[RADIo_ONLINE]

JAdilah Pribadi yang Baik dan Berguna
widget

quote of the day

Korban pertama dari kebohongan adalah diri sendiri. Dlm waktu yg bersamaan kita memperbesar resiko untuk kehilangan kepercayaan dari org lain

#PrayForGaza

#PrayForGaza

Jumat, 03 Januari 2014

0 Beberkan Barang Bukti, Polri Rilis Foto 6 Terduga Teroris yang Tertembak Mati


Jumat, 03 Januari 2014 | 15:28

Beberkan Barang Bukti, Polri Rilis Foto 6 Terduga Teroris yang Tertembak Mati




Foto 6 tersangka terorisme Ciputat dan Banyumas (sumber: Istimewa)

Jakarta – Mabes Polri bergerak cepat merespons suara-suara sumbang dan kritikan berbagai pihak jika tindakan yang dilakukan Densus 88/Antiteror dalam penggerebekan di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan pada malam tahun baru yang menewaskan enam orang adalah tindakan eksekusi. Polri membeber barang bukti yang disita untuk menunjukan berbahanya mereka.

“Ini bukan eksekusi. Itu adalah tindakan hukum yang terukur yang sesuai dengan UU (Undang-Undang). Kita penginnya mereka ditangkap hidup-hidup, tetapi mereka tidak mau menyerah dan berprinsip lebih baik mati karena mungkin (mengorbankan) harga diri kalau tertangkap hidup. Kita juga sudah mengimbau juga lewat tokoh setempat untuk menyerah, tetapi tak dihiraukan,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri Jumat (3/1).

Boy lantas menjelaskan, proses penangkapan atas Anton Cs merupakan proses kerja panjang dilakukan dengan surveillance (mengintai) dengan mengikuti para tersangka dan memotretnya secara diam-diam saat mereka masih hidup.

“Kami tidak menduga-duga. Ini gambar foto mereka ketika masih hidup. Proses surveillance dan penggalian informasi dilakukan dari jaringan yang terdahulu. Jadi kami tidak menebak-nebak mereka itu siapa,” tambah Boy.

Seperti diketahui mereka yang tertembak mati itu telah dikenali sebagai Hidayat alias Dayat, Nurul Haq alias Jeck, Fauzi alias Ozi, Rizal alias Agung alias Primus, Hendi Albar, dan Mr X yang diyakini sebagai Edo. Sedangkan yang ditangkap hidup adalah Anton alias Septi.

Nama-nama mereka, menurut Boy, digali penyidik dari 17 tersangka jaringan Abu Roban yang telah ditangkap pada 7-9 Mei 2013 lalu dalam serangkaian operasi anti teror di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Lampung serta jaringan bom di Beji, Depok yang dipimpin Ahmad Sofyan alias Acong.
“Hingga akhirnya kita menangkap Anton di Banyumas. Saat ditangkap dia tidak melawan dan kita sita laptop Toshiba, flashdisk, CPU, sepucuk pen gun, sembilan butir peluru kaliber 38, sangkur, tiga unit HP, uang Rp 90 juta, dan kartu ATM,” sambung Boy.

Dari mulut Anton meluncur pengakuan lokasi persembunyian Nurul Haq cs di Kampung Sawah yang langsung dikepung oleh polisi pada malam tahun baru sekitar pukul 19.30. Dayat yang pertama dilumpuhkan karena melawan. Saat itu dia sedang mengendarai sepeda motor bersama seorang warga. Bersamanya turut disita pistol dan amunisi kaliber 38, 1 pen gun, dan satu pisau lipat.
Saat hendak ditangkap kelompok ini terus melawan bahkan melemparkan granat rakitan. Dari rumah mereka disita berbagai barang bukti termasuk tujuh pucuk senpi.
Daftar Kriminalitas Kelompok Nurul Haq
Daftar kejahatan kelompok ini pun dibeberkan oleh Boy. Pada Januari 2012, Anton bersama dengan sebelas orang lainnya—Deco alias Kodrat (tewas), Sofyan alias Acong (ditangkap), Bram alias Makmur (tewas), Dayat, Salman, Wahyu, Cahyo alias Yoyok, Dede (tewas), Yusuf Ambon, Tedy Koswara, Fahri—melakukan pengeroyokan terhadap dua anggota Polantas di Jonggol.

Pada Juni 2012, Anton bersama Anwar berangkat ke Solo untuk berlatih membuat bom bersama Badri Hartono dan Rudi. Badri juga telah ditangkap. Sedangkan pada Agustus 2012, kelompok ini membuat bom dan meledakan bom di Ponpes Nurussalam Ciamis bersama dengan Nurul Haq, Wiliam Maksum (tewas), Anwar, Salim, Ismail, Ustad Hariz, dan Fajar Sidiq (ditangkap).

Mereka juga melakukan perampokan di BRI Cileungsi yang sebelumnya dibahas di rumah kontrakan kakak Anton di Pamulang. Saat itu turut hadir Fahri, Teddy Koswara, Sofyan alias Acong, Wahyu Ristanto alias Anwar alias Bujang, Bram, Dede Salman, dan Yusuf Ambon. Nama terakhir adalah penghubung kelompok Bojong Gede dengan kelompok Solo.

Saat itu juga ada M. Thoriq, Anwar Fahri, Acong, Roy, Bram yang saat itu belajar membuat bom di Bojong Gede dimana bom tersebut meledak di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara di Jalan Nusantara nomor 63 RT04/RW013 Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat pada September 2012.


Kelompok ini juga sempat merampok toko sparepart mobil di Bekasi pada Januari 2012, menganiaya polisi di Jonggol, penembakan Aipda Patah Saktiyono di Cirendeu pada 27 Juli 2013, peledakan bom Wihara Ekayana Kebon Jeruk pada 4 Agustus 2013, penembakan Aiptu Dwiyatno di depan RS Sari Asih Ciputat, dan penembakan Aiptu Kushendratna dan Bripka Ahmad di Pondok Aren pada 16 Agustus.

Mereka juga membuat 11 bom yang disita saat menangkap Kodrat alias Deco alias Polo pada Maret lalu di Pondok Kacang. Kodrat adalah tokoh utama dibalik perampokan toko mas di Tambora, Jakarta Barat. Bom itu dibawa Nurul Haq dari Tasikmalaya ke Jakarta.

Daftar kejahatan lainnya adalah pelatihan (iddad) pembuatan bom di Gunung Syawal, Tasikmalaya, pelemparan bom di Polsek Raja Polah Tasikmalaya, perampokan BRI di Bandung, perampokan BRI Panongan pada 24 Desember 2013 dengan hasil Rp 300 juta, penemuan bom di warteg di Panongan, rencana pengeboman Wihara Dharmasuci di Pantai Indah Kapuk, rencana pengeboman di bundaran HI saat perayaan tahun baru, dan penyerangan Densus
.



Penulis: Farouk Arnaz/NAD

0 komentar:

Posting Komentar

" suara gemuruh hati ku " by: D'd'vinha

Andai bisa ku satukan seluruh tepian pantai,,,
kan qu katakan padamu,,,
Izinkan ia menjadi satu dermaga Cinta untuk menantimu,,,
Agar aku bisa menjadi camar-camar di Lautan,,
Yang kan hinggap di hatimu,,,

Saat malam telah datang,,,
Karna di hatiku hanya nama mu yang ku rangkai,,,
dengan sebuah Rindu yang terlalu..